Naimah's Blog

Everything.

Ge-er..

Suatu sore, waktu mau ke rumah mama aku memakai jilbab baru, dan bertanyalah kepada pak suami,

“kak, pakai jilbab ini bagus gak?”

Dan Diapun menjawab “bagus, aku juga mau nyuruh pakai itu tadi. Cocok. Cantik.”

Senyum-senyumlah si istri sampai nutup mulut saking senangnya dan suami bilang “iiih, ada yang ke ge-er-an.” Sambil diapun tertawa.

Dalam hati aku berkata, “mending lah ge-er sama yang sudah halal. Dapat pahala. Daripada kege-eran sama rayuan yg blm halal.” πŸ™ˆπŸ˜‚

#janganbaper

(Padahal dialog pakai bahasa banjar, supaya gak roaming ditranslate lah ke bahasa Indonesia)

Jum’at, 9 Februari 2018

Disore yang mendung mau hujan

Sang Istri yang ke-ge-er-an πŸ˜†

Advertisements
Leave a comment »

Konyol

Ketika jam 12 malam belum mau tidur, kekasih halal yg disebelah mulai bercerita hal-hal yang tidak masuk akal dan itu lucu. Tawalah yang menggema seisi kamar. Jam 12 malam πŸ˜‚

Bahkan mentertawakan kekonyolam masing-masinh itu lah kebahagiaan πŸ˜†

Pokoknya, yang halal memang lebih baik.

Salam hangat dari Banjarmasin yang dingin

Sabtu, 3 Februari 2018

Leave a comment »

Haruskah kita mulai lagi?

Assalamu’alaikum 😊

Setelah berpuluh-puluh purnama akhirnya saya menemukan (lebih tepatnya mengingat) PW blog saya ini πŸ˜‚

haruskan kita mulai lagi?

menulis seadanya tanpa ada yg nyinyir, iri, dengki dan sebagainya dizaman medsos yg caruk maruk ini.

disini lebih aman nyaman dan tentram (sepertinya) πŸ˜„

Bisa lebih terbuka tapi tetap dengan menjunjung kesopan santunan.

Kenapa ingin memulai lagi?

Karena sehabis sholat subuh hari Jum’at (yang libur) saya leyeh-leyeh gak jelas ditempat tidur dan pada akhirnya kebuka akun gmail. Yang ternyata hampir 6.000 inbox yang masuk, salah satunya notif tulisan baru sahabat saya sekaligus keluarga siΒ Amah Rifa aka Arifah Marhamah, SE πŸ˜†

Kepikiran lah mau nulis-nulis lagi. Lucu juga biar bahasannya cuma receh-receh gak jelas. Yang penting nulis.

Baiklah, sekian tulisan pembuka hari ini. Semoga berkenan (yang pasti gak manfaat banget πŸ˜‚πŸ™ˆ)

Wassalam

Seorang istri, yang menunggu suami pulang dari mesjid

2 Feb 2018

4 Comments »

Cerita Cinta Dari Mereka 11

Kita bersama, itu janji kita.
Kita selamanya, itu harapan kita.
Melewati waktu, menahan amarah, membuang keegoisan, menyamakan alasan dan menyatukan perbedaan.
Kita berusaha untuk bersama selamanya. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Cerita Cinta Dari Mereka 1

Mereka bilang kita serasi, tapi kita hanya berteman.
Mereka bilang kita saling mengagumi, tapi kita merasa nyaman berteman.
Mereka bilang kita sama2 menyukai, tapi kita merasa biasa saja.
Mereka bilang kita tak menyadari akan rasa cinta masing-masing, tapi kita tetap bersikukuh bahwa kita bersahabat.
Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Dibalik itu…

Hohoooo!
Super Show 5 Indonesia sudah berakhiiirr!!!
Tapi aku ngepost ini bukan karena mau update tentang liputan SS5 Ina nya, secara aku gak nonton *nangis*
Read the rest of this entry »

1 Comment »

Hidup itu ‘Realistis’

Lama banget saya gak update ini blog *sapu-sapu debu*
Hai readers saya yang seadanya (?) Apa kabar kalian beberapa bulan ini?
Saya? Keadaan saya ‘fluktuatif’ (bahasanya booo~)
Oke, entah mengapa ilham mengampiri saya beberapa hari ini, padahal masih agak males buat nulis (gak dapat mood).
Tapi bahasan kali ini kayaknya agak sedikit seru (menurut sudut pandang saya).
Hehe,
Chekidot deh.

Read the rest of this entry »

2 Comments »

Happy Mother’s Day!!!

Happy mother’s day for mom in Indonesia ^^

Yup, hari ini tanggal 22 Desember 2012 adalah hari Ibu Nasional di Indonesia. Dan hari ini saya diberi kesempatan mengucapkan langsung ke Mama. Di kamar Mama, saya langsung memeluk Mama dan membisikkan selamat hari ibu, Mama balas sebentar pelukan saya lalu melepaskannya. Mama memang pemalu kalau ada anakknya mengungkapkan sesuatu ke dia *takut terharu gitu* πŸ˜€

Setelah itu, kami larut dalam pembicaraan yang pribadi dan cukup mengharukan. Dan saya mengakhiri pembicaraan itu dengan mengucapkan β€œMama gak usah khawatir, biar Allah yang menjaga kami.” Saya pun langsung berlalu sambil meneteskan air mata setelah mengucapkan itu. Tanpa dilihat Mama.

Saya kembali meneteskan air mata, tatkala mengingat usaha Mama dan Abah untuk membesarkan kami (saya dan adik saya). Bagaimana lelahnya Mama dan Abah mencari nafkah untuk membesarkan dan menyekolahkan kami, bagaimana marahnya Mama apabila kami anak-anak mereka melakukan kesalahan. Bagaimana bangganya Mama dan Abah ketika melihat saya lulus sarjana. Bagaimana bahagianya mereka melihat adik saya selalu berprestasi disekolahnya.

Sebagai anak, saya memikirkan apa yang sudah saya berikan ke Mama dan Abah? Saya hanya menjadi anak yang baik bagi mereka, dan itu yang mereka inginkan. Mereka hanya ingin saya dan adik menjadi anak yang Taat Agama dan patuh kepada orang tua. Tidak lebih. Itu yang selalu saya ingat.

Mama dan Abah tidak membesarkan kami dengan uang tapi dengan kasih sayang.

Mama dan Abah tidak membesarkan kami dengan kemanjaan, tapi kedisiplinan.

Mama dan Abah tidak menginginkan kami menjadi anak yang kaya raya, berjabatan tinggi, atau terkenal. Mereka hanya menginginkan kami menjadi anak mereka yang patuh kepada mereka dan mendengarkan kata-kata mereka.

Dan saya ingin membahagiakan mereka dengan cara yang sederhana pula, menjadi anak mereka yang baik.

Izinkan ya Allah. Amiin.

Berkahi keluarga kami yaa Rabb.

Kumpulkan kami nanti di Surga terindah-Mu. Amiiin.

Selamat hari Ibu, Ma.

Dan buat abah terimakasih sudah jadi pahlawan terhebat dihidup kami.

We love you Ma, Bah :’)

Anak Sulung kalian,

Naimah Zuraida

Leave a comment »

Why are U wearing ‘Hijab’?

Seperti judulnya, yaah saya memang mau bahas tentang jilbab, kerudung atau sekarang lebih terkenal dengan hijab.
Sepengetahuan saya 3 kata (jilbab, kerudung dan hijab) itu memiliki arti yang bereda. Tapi disini saya gak bakal menjelaskan arti 3 kata tersebut. Karena sudah banyak ditulisan-tulisan lain πŸ™‚
Yang saya ingin share adalah pengalan saya memakai penutup kepala ini.
Sekarang wanita berjilbab sangat banyak *Alhamdulillah* khususnya di daerah saya. Sudah banyak wanita-wanita mulai mengenakan dan mengamalkannya. Saya pun memakai jilbab sudah sangat lama.
Beberapa orang sering bertanya “sejak kapan pakai jilbab”, dan saya pun menjawab, “sejak kecil sudah dipakaikan mama jilbab.”
Juga ada beberapa orang bertanya “kenapa kamu memakai jilbab?” jawaban saya dulu waktu kecil begini, “disuruh mama.” tapi setelah remaja saya pun sudah merubah jawaban saya, “sudah jadi kewajiban wanita memakai jilbab, perintah Allah.”
Saya mulai memakai jilbab awalnya memang karena mama yang memakaikan dan untuk itu saya menjawab disuruh mama. Saya pun memakainya sejak sekolah dasar, karena sekolah saya sekolah Islam jadi memang wajib memakai jilbab. Tapi tidak hanya disekolah, mau jalanpun saya memakai jilbab.
Pernah sekali saat masih kelas 1 SMP (MTS) *zaman labil* saya diajak jalan oleh teman-teman saya. Saya sudah siap dengan jilbab saya, tapi ternyata teman yang lain gak pakai jilbab. Saya pun tetap memakai jilbab saya tapi sampai di tengah jalan teman-teman saya menyuruh melepas jilbab, saya pun menolak. Tapi teman-teman terus memaksa sampai akhirnya saya melepas jilbab saya. Selama kami jalan-jalan saya selalu gelisah, entah kenapa gak enak karena tidak ada penutup kepala. Sampai di rumah saya benar-benar menyesal, nangis dan berjanji gak bakalan melepas jilbab lagi kalau mau keman-mana.
Saya terbiasa dengan jilbab karena saya merasa terlindungi olehnya dan merasa terhormat dg memakainya.
Walau keimanan saya masih fluktuatif tapi setidaknya dengan berjilbab saya termotivasi untuk menjadi lebih baik.
Saya selalu senang melihat wanita yang berjilbab, cantik dan bercahaya. Itu yang selalu saya lihat dari mereka yang tulus dan ikhlas memakai jilbab.
Tapi disisi lain, ada perasaan kecewa dan sedih kalau melihat sesama wanita memakai jilbab hanya ikut-ikutan tren dan akhirnya terlepas lagi.
Kadang juga ada perasaan marah ketika mereka bilang “belum siap berjilbab, kelakuan masih belum benar.”, atau “mau jilbabin hati dulu. Mau memperbaiki hati dulu baru benar-benar berjilbab.” sampai kapan? Sampai kapan kalian siap? Sampai kapan kalian mau mempebaiki hati? Kalau perintah Allah saja masih dipikir-pikir.
Allah membuat aturan pasti itu yang terbaik. Memakai jilbab bisa menjadi pengingat untuk kita (saya khususnya) untuk menjaga dan membatasi diri, memakai jilbab bisa membuat lebih baik, bukan menjadi lebih baik dulu baru berjilbab.
Saya biasanya hanya bilang dan berdo’a “mungkin mereka belum dapat hidayah untuk memakai jilbab, tapi semoga Allah berkenan memberi mereka hidayah untuk.secepatnya berjilbab.”
Dengan tulisan ini saya tidak ingin men judge siapa-siapa, karena saya juga masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna ibadahnya. Saya hanya ingin sharing dan mengungkapkan apa yang ingin saya sampaikan. Semoga dengan tulisan ini akan ada yang terketuk hatinya. Amiiin πŸ™‚

Ps: mungkin nanti akan saya tambahkan dengan beberapa dalil tenyang ‘hijab’.

With love,

Nae~

Leave a comment »

Dipenghujung Ramadhan

Hari ini, 18 Agustus 2012, pada detik2 terakhir menjelang 19 Agustus 2012 atau 1 Syawal 1433 H. dimana seluruh umat Muslim diseluruh dunia merayakan hari kemenangan setelah berpuasa 1 bulan penuh.

Suatu peristiwa pun ku alami malam hari ini.
Setelah sholat Isya berjamaah berdua dengan mama, aku tiba-tiba bersujud dikaki mama. Menangis, memohon ampun atas semua kesalahan yang pernah ku perbuat yang mungkin menyakiti hatinya.
Aku terus menangis dalam dekapannya sembari mama membelai punggungku.
Entah kenapa, saat itu aku merasa sangat tenang, nyaman, menangis dipeluknya dan mendapatkan ridhonya :’)
Aku bilang “ma, aa mohon ampun, masih belum bisa memberikan apa-apa ke mama.” sambil terisak.
Dan mamapun dengan suara tenangnya menjawab, “kada (tidak) apa-apa, mama kada meminta apa-apa dari aa. Hanya dengan aa taat kepada Allah dan taat kepada mama abah itu sudah cukup.”
Subhanallah, aku kembali terisak dalam sujudku di kakinya.
Beliau hanya ingin aku menjadi anak yang taat, tidak lebih.
Semoga dipenghujung Ramadhan ini, aku bisa menjadi anak yang lebih bail dan lebih taat kepada Allah dan kedua orang tuaku.
Ridhoi hamba dan niat hamba yaa Rabb..
Amiiin πŸ™‚

Leave a comment »