Naimah's Blog

all about my life

:. Kaya VS Miskin .:

on June 17, 2011

VS

Ini adalah pengalaman hidup yang saya dapatkan beberapa hari yang lalu. Saat saya berada di sebuah perjalanan menuju pulang ke rumah (setelah pulang dari rumah keluarga) pada malam hari, saya melewati jalan yang cukup lebar dan besar, bukan jalan raya tapi bukan juga jalan sempit. Kenapa seperti itu? karena disisi jalan itu terdapat rumah-rumah mewah *rumah gedong istilahnya* yang memiliki arsitektur yang lumayan untuk sebuah rumah mewah dikawasan itu. Tidak hanya satu, namun beberapa buah.

Setelah melihat rumah-rumah mewah itu lalu saya sebagai seorang manusia biasa yang tidak pernah puas mengkhayal ‘seandainya aku punya rumah kayak gini pasti seneng niih, bisa jalan-jalan, kuliah diluar pulau atau sekalian di luar negeri, bisa nonton konser artis kpop sapa aja yang pengen aku lihat. waah.. asyiiik niih jadi orang kaya.’

Terlihat sekali betapa tidak puasnya sifat manusia saya saat itu. sepanjang jalan saya mengkhayalkan yang enak-enak menjadi seseorang yang kaya raya.

Setelah sampai diperempatan lampu merah, saya masih tersenyum sambil mengkhayal, dan tiba-tiba…. saya menengok ke arah kanan, di sana duduk seorang nenek tua renta dengan pakaian compang-camping dan sangat tidak layak seorang nenek tua duduk di trotoar jalan seperti itu pada waktu malam begini. Nenek tua itu melihat-lihat ke sekelilingnya. Sontak pemandangan itu membuat saya menitikkan air mata pada saat itu juga. Saya langsung berpikir ‘Yaa Allah, baru saja aku memikirkan yang enak-enak menjadi seseorang yang memiliki harta berlimpah, tapi Tuhan cepat menegurku dengan memperlihatkan pemandangan yang membuat hatiku miris dan membuat air mataku menetes. Tuhan menegurku dengan cara yang tepat agar aku tetap bersyukur apa yang ku dapatkan sekarang.’

Hal itu tidak berlangsung lama karena lampu jalan keburu hijau. Saya pun masih berpikir, kenapa saya bisa mengkhayalkan menjadi orang kaya namun saya tidak mampu memikirkan menjadi orang miskin.

Mungkin nenek tua tadi pun tidak mampu untuk mengkhayal menjadi orang kaya raya. Jujur, saya merasa sangat bersalah pada saat itu. Sepanjang jalan hanya teringat wajah nenek tua itu. Semoga Tuhan memberikan hal terbaik untuk sisa hidupnya. Amiin.

ini cerita asli dan tanpa saya rekayasa. ini saya alami sendiri. saya hanya ingin berbagi. hanya ingin menyampaikan bahwa kita harus tetap bersyukur agar merasa berkecukupan di dunia yang penuh dengan dilema ini.

^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: