Naimah's Blog

all about my life

Detikcom > Telur VS Rokok

on June 18, 2011

Jakarta, Jumlah perokok di Indonesia menempati urutan ke-3 terbanyak di dunia, padahal di sisi lain masalah gizi buruk masih belum teratasi. Salah satu pemicunya, banyak warga lebih memilih rokok dan mengorbankan belanja bahan makanan bergizi.

“Ada data yang mengatakan rata-rata pengeluaran rumah tangga miskin untuk beli rokok jauh lebih tinggi dibandingkan untuk belanja bahan makanan,” ungkap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Lapangan Lalu Lintas, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (31/5/2011).

Lebih lanjut menurut Menkes, sumber makanan bergizi seperti telur, sayur dan buah-buahan kadang tidak terbeli karena uangnya lebih diprioritaskan untuk membeli rokok. Hal ini tak hanya merugikan si perokok sendiri, tetapi juga keluarganya yang butuh asupan gizi yang layak.

Kondisi ini tentu sangat ironis jika dibandingkan dengan tingginya angka gizi buruk pada balita Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, angka gizi buruk masih tercatat 4,9 persen sementara target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah 3,6 persen.

Bahkan dibanding negara lain di Asia Tenggara, kondisi gizi balita di Indonesia bisa dibilang masih memprihatinkan. Jika negara lain sudah tidak ada yang menghadapi masalah balita kekurangan vitamin A, di Indonesia angkanya masih mencapai 9,8 persen pada tahun 2003.

Riskesdas 2010 juga mengungkap, 34 persen atau sekitar 80 juta penduduk Indonesia adalah perokok. Angka ini meningkat jauh dari tahun 1995 yang hanya 34 juta, sementara World Health Organization (WHO) saat ini menempatkan Indonesia di urutan ke-3 negara dengan jumlah perokok terbanyak.

Tingkat kematian akibat lebih mementingkan rokok juga tidak bisa diremehkan. Data yang dirilis Komnas Pengendalian Tembakau tahun 2009 mengungkap, kondisi ini telah menyebabkan kematian pada sedikitnya 32.400 balita/tahun karena mengalami kurang gizi.

(up/ir)

mengkhawatirkan, bagaimana Indonesia dapat maju dengan kesehatannya kalau orang miskin lebih memilih membeli rokok dari pada telur, yang kita tahu bahwa kenyataannya rokok jauh lebih membahayakan bagi kesehatan.”

Creadit : Detikcom > detik health

 


2 responses to “Detikcom > Telur VS Rokok

  1. edho says:

    Masalah klasik yg belum ada pemecahanya
    Berbagai cara sudah dilakukan pemerintah tetapi semua ada resiko yg harus dipikirkan disatu sisi misal pemerintah melarang maka banyak petani tembakau yg berhenti dan misal pemerintah tidak melarang maka begini lah masalahnya jadi cara satu”nya adalah mencari keputusan yg tepat dan tidak menimbulkan resiko yg besar

    • Naimah 'naE' says:

      intinya, suatu kebijakan atau solusi pasti ada yang akan dikorbankan, asalkan solusi yang dipikirkan itu adalah solusi jangka panjang dan ada jalan keluar lainnya utk hal yang dikorbankan..
      InsyaAllah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: