Naimah's Blog

all about my life

Lika-Liku Sarjana Baru

on June 20, 2012

Yaah, seperti judul ‘lika-liku sarjana baru’ mau nyeritain kegalauan setelah menjadi sarjana. Buat share aja sih dan juga mengungkapkan apa yang ada dihati🙂

Dulu, sebelum lulus pengen banget cepat-cepat lulus biar bisa kerja, bisa mandiri dan dapat memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan saudara-saudari.

Awalnya setelah lulus saya nyebar lamaran ke bank-bank yang ada di kota saya *karena saya lulusan Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen*, selama nunggu panggilan yaa saya nganggur. Sempat juga sih jualan ke ibu-ibu dosen, lumayan buat nambah uang jajan yang masih dikasih orang tua. Sebulan kemudian ada salah satu bank yang manggil untuk interview. Tapi disela-sela itu entah kenapa mama bilang “kalau bisa sih gak usah di bank.” Galau lah saya. Waktu saya ngajuain lamaran mama fine-fine aja saya mau kerja di bank. Tapi semakin kesini, entah kenapa pikiran mama berubah. Mama agak gak rela saya kerja di bank. Dan ternyata untuk tes interview di bank pertama saya belum beruntung. Pikiran saya sih ‘si mama kuat banget do’anya biar aku gak kerja di bank’.

Lalu beberapa hari kemuadian di panggil lagi interview disalah satu bank syariah. Minta izin ke mama, mama bolehin aja sih ikut interviewnya, cari pengalaman katanya =____= setelah interview, lama baru dipanggil dan saya relakan saja mungkin belum rezeki.

Setelah itu ada teman yang juga bilang ada lowongan jadi admin di RS kota. Aku masukin juga tuh lamaran kesana. Si Mama senang, karena bukan di bank. Mama berdo’a banget aku bisa lulus disana. aku ikut interview lalu kata dokter yang interview “IPK kamu ketinggian nih untuk kerja sebagai admin di sini. Potensi akademik kamu bagus kenapa gak kerja di bank aja. Sayang loo nilainya tinggi.”  Oke, kalau bisa saat interview itu aku curhat aku ceritain deh. Dan satu lagi, masalah nilai? Emang salah IPK tinggi kerjanya biasa aja kan masalah kerja menurut aku tergantung keahlian dan kenyamanan kita dalam bekerja. Sambil pulang ke rumah aku mikir lagi ‘salah ya IPK tinggi lamar kerja ditempat yang biasa?’ pokoknya gak habis pikir deh. Yaa sudahlah terima aja, dan saya gak berharap banyak lagi disana😐

Lalu sekitar 1,5 bulan setelah lulus, abah sakit dan saya agak merasa bersyukur karena belum bekerja. Saya bisa full jaga dan rawat abah bantu mama menguatkan keadaan. Allah memang Maha Pengatur Rencana terbaik :’)

Setelah abah sudah lumayan membaik, kakak mama bilang kalau aku belum dapat pekerjaan bisa bantu beliau untuk jaga toko bayi milik beliau. Aku dengan senang hati menerimanya. Dari pada Cuma diam dirumah gak ada hasil tapi malah makin gendut =__= mending ke toko ada kegiatan. Haha~

Nah, udah sekitar 1 bulan aku ikut jaga toko, kasir gitu yaa sekalian pegang keuangan *gak jauh-jauh dari konsentrasi pas kuliah* (real akuntansi kata si ebeb Heny)😀

Selama jaga toko mah aku seneng, bisa liat baby n balita tiap hari, bisa liat ibu-ibu muda bingung milih barang perlengkapan buat anaknya, bisa liat ibu-ibu hamil besar ngumpulin perlengkapan buat lahiran dan juga bisa liat ayah-ayah muda belanja buat baby mereka. Pokoknya seru😀

sebelumnya beberapa hari setelah jaga toko, ternyata dapat telpon dari Bank Syariah yang pernah interview sekitar sebulan yang lalu, katanya aku disuruh interview lagi. minta izin lah sama mama, dan tetap kok di izinkan mama tapi dengan nasihat “kalau rezeki kamu disana yaa kamu akan diterima, tapi kalau enggak ya sudah. Jalan Allah lebih diluar perkiraan manusia.”

aku pun ikut interview. Malamnya setelah interview,bicara sama mama. Kata beliau “kalau kamu kerja di Bank, mungkin gak akan banyak lagi waktu buat diri sendiri, apalagi untuk keluarga. Berangkat pagi, pulang malam. Setelah pulang paling langsung istirahat karena capek. Gak apa–apa sih, tapi sekarang Abah gak se sehat dan sekuat dulu. KArena kamu anak pertama lalu ujung-ujungnya nanti semua ke kamu. Apa siap lelah? mungkin kamu siap. Tapi badan dan pikiran belum tentu.” Setelah mendengar apa kata mama, aku berpikir dan merasa benar dengan kata beliau, aku anak sulung dan Abah Mama gak punya anak cowok.Ya sudah, aku putuskan untuk tidak menerima apabila diterima. Beberapa hari kemudian, aku dapat kabar kalau diterima di Bank tersebut, aku langsung dengan tegas tidak menerimanya karena aku masih diberi pilihan untuk menerima atau menolak sama mbak yang ada diseberang telpon *maaf mbak kamu saya tolak :p* karena ingat pembicaraan dengan mama.

Tapi ternyata temen aku sandi bilang ada lowongan di kantornya sebagai admin, tertariklah diriku dan ngajuin lamaran ke sana (bukan aku sih yang ke sana antar lamaran, tapi sandi yang ngambil ke rumah, makasih San :D)

Nah, untuk di perusahaan ini sudah melalui tahap tes psikotes, tes komputer dan interview. Tinggal nunggu yes or no nya aja lagi.

Lau tiba-tiba aku dapat sms dari Bank Mandiri, katanya masuk kriteria untuk ODP Bank Mandiri. Karena ingat kata mama gak usah kerja di Bank, yaa sudah walau ODP tetap diacuhin. Tapi tiba-tiba pihak Bank Mandiri pahi tadi nelpon, katanya aku disuruh masukin lamaran aja dulu. Akupun penasaran mereka tau nomor hp aku dimana, dan kenapa aku masuk kriteria ODP. ODP loo~

Lalu mbaknya yang ditelpon bilang mereka dapat data dari Universitas tentang mahasiswa-mahasiswa yang masuk sebagai kriteria yang mereka cari untuk ODP dan aku salah satunya. Oke sudah terjawab rasa penasaran itu. aku sih iya2 aja ditelpon waktu disuruh nganter lamaran.

Lalu, aku langsung bilang sama mama. Aku mah sedikit tertarik, ODP book~😀 tapi kata mama, aku harus nunggu yang di perusahaan itu, karena lebih baik di perusahaan dari pada di bank. Apalagi ODP bisa trainging diluar kota juga bisa diletakkan dimana saja. Itu yang buat si mama gak mau aku kerja di bank. Gak mau aku jauh dari keluarga *gak bisa pisah iih si Mama sama a :’) *

Kata mama ‘itulah lika-liku dan ujian untuk masuk kerja, tergantung keyyakinan hati dan percaya atas jalan Tuhan aja lagi. Kita sudah berusaha tapi ada Maha Pengatur Segalanya yang menentukan. InsyaAllah ada jalan terbaik dimanapun itu.’ setelah mama bilang gitu aku ya Cuma diam dan pasrah aja lagi. Semoga diterima dan dapat bekerja ditempat yang baik, membawa hasil dan kebaikan dan diberkahi Allah.

Amin🙂

Photo by ka @UcyanditaJS ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: